Advokasi ke Pemangku Kepentingan untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bangka oleh Tim INEY Fase II Poltekkes Pangkalpinang
Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang tidak sesuai usia. Lebih dari itu, stunting adalah ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia generasi penerus bangsa. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami hambatan perkembangan kognitif, penurunan kemampuan belajar, serta rentan terhadap berbagai penyakit kronis di masa dewasa. Ini bukan sekedar masalah kesehatan saja, melainkan krisis pembangunan jangka panjang yang harus ditangani bersama dengan serius dan sungguh-sungguh.
Pemerintah Kabupaten Bangka telah dan terus berkomitmen penuh dalam upaya percepatan penurunan stunting. Komitmen ini bukan hanya tertuang dalam dokumen perencanaan, tetapi di wujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Melalui berbagai program intervensi gizi sensitif dan spesifik berupaya agar prevalensi stunting di Kabupaten Bangka terus menurun hingga mencapai target nasional sebesar 17.5% pada tahun 2026 dan diharapkam akan lebih rendah lagi ke depannya.
Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) mengandung filosofi yang sangat tepat: bahwa investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk masa depan adalah investasi pada gizi dan tumbuh kembang anak sejak dini, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode emas dari mulai masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun ini adalah jendela peluang yang tidak bisa diulang. Apa yang terjadi pada periode ini akan menentukan kualitas hidup seseorang sepanjang masa.
Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan program INEY Fase II di Kabupaten Bangka Tim INEY Poltekkes melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan dan stakeholder, lintas sektor dan lintas program mengenai hasil analisis situasi dan identifikasi permasalahan intervensi gizi spesifik di Kabupaten Bangka sebagai dasar perencanaan tindak lanjut percepatan penurunan stunting tanggal 24 Juni 2026 bertempat di ruang pertemuan parai tenggiri kantor Bupati Bangka. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Derah Bangka Asep Setiawan didampingi oleh Direktur Poltekkes Pangkalpinang Dr. Zenderi Wardhani, MSI, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan petugas gizi se Kabupaten Bangka.
Dalam sambutan nya Sekda Bangka menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan saja namun tugas bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor secara nyata: mulai dari penyediaan air bersih dan sanitasi layak, peningkatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, edukasi kepada ibu hamil dan menyusui, hingga penguatan peran posyandu di tingkat desa. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah harus bergerak bersama dalam satu komando yang kuat, ujarnya.
Selain itu ada 5 (lima) arahan strategis yaitu Perkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor; tingkatkan cakupan dan kualitas intervensi gizi; manfaatkan hasil advokasi ini secara optimal. Data, rekomendasi, dan bukti ilmiah yang dihasilkan oleh Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melalui Program INEY Fase II ini harus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy) di Kabupaten Bangka; melibatkan masyarakat dan komunitas secara aktif. Diharapkan dengan Advokasi ini sebagai bentuk nyata kemitraan antara institusi pendidikan kesehatan dan pemerintah daerah dalam Pencegahan dan percepatan penurunan stunting. (Seksi Gizi).
Tuliskan komentar anda :