You are here

Sikapi Cuaca Panas Dewasa Ini, Begini Penjelasan Pihak Dinkes Bangka & BMKG Babel

Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2405 of /home/di5kesb6ngka8o/public_html/includes/menu.inc).

KBRN, Sungailiat : Kondisi cuaca panas diwilayah Kepulauan Bangka Belitung dewasa ini menjadi perhatian khusus semua pihak. Bahkan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Apalagi setelah adanya informasi di media sosial yang menyebutkan seluruh wilayah ditanah air hingga Juni 2022 mendatang akan terdampak fenomena gelombang panas.

Dengan adanya kondisi ini secara otomatis akan juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan kondisi kesehatan.

Hal ini juga menjadi pembahasan dalam dialog interaktif Sirtana RRI Pro 1 Sungailiat yang mengangkat tema "Waspada Cuaca Panas dan Dampaknya Terhadap Kesehatan" dengan narasumber dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dan pihak BMKG Babel yang berlangsung hari ini, Selasa (17/5/2022).
Ketika menjadi narasumber dialog Sirtana RRI Pro 1 Sungailiat, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi menuturkan, kondisi cuaca panas ini akan menimbulkan berbagai penyakit dimasyarakat terutama terkait dengan permasalahan suhu tubuh.

Dijelaskan, kondisi cuaca panas ini juga sangat memberikan hal yang kurang nyaman kepada para lansia dan anak anak yang juga permasalahan ini bisa menyebabkan tingkat kejenuhan hingga kecemasan berlebihan. Sehingga untuk menyikapi hal ini konsumsi makanan dan minuman berair menjadi hal yang diharuskan serta juga memperhatikan ventilasi udara di rumah agar bisa meminimalisir efek dari cuaca panas.

"Biasanya para lansia sangat rentan dan anak-anak terhadap gelombang panas ini,  yang berikutnya itu ada alergi musiman yah masa pancaroba atau pun yang nggak bisa diprediksi ya musim panas ini sehingga kadar karbondioksida itu meningkat sehingga menyebabkan alergen atau zat-zat yang menyebabkan reaksi alergi itu meningkat seperti misanya mata kita berair memicu bersin. Nah itu kalau dalam bentuk serius itu bisa mengalami sesak nafas hingga kematian, terus berikutnya adalah pasokan air ya pasokan air kotor terjadi dan yang berikutnya itu penyakit yang disebarkan oleh nyamuk kenapa karena temperatur yang hangat atau musim panas yang panjang itu memperpanjang juga musim kawin atau musim berkembang biak nyamuk sehingga potensi untuk penyakit-penyakit yang ditularkan seperti DBD itu meningkat. Terus isi dalam sayuran kenapa karena karbondioksida meningkat sehingga akan berpotensi menurunkan nilai gizi. Panas ini kan mengakibatkan kita geras jadi bisa mengakibatkan gangguan kecemasan juga depresi," Katanya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Bangka Belitung Kurniaji dihubungi RRI melalui telepon selularnya menuturkan, cuaca panas yang terjadi dewasa ini disebabkan karena kurangnya intensitas hujan sehingga terjadi peningkatan suhu atau terasa panas. Padahal untuk tingkat panas cuaca sendiri

masih dalam tahap normal yang mana saat ini terjadi pada suhu 34,2 derajat. Dan cuaca normal di Bangka Belitung selama ini biasanya berkisar antara 32,3 sampai dengan 33,4 derajat celsius.

"Memang masyarakat merasa bahwa terjadi peningkatan suhu yang terasa panas diwilayah Bangka Belitung. Namun perlu kami sampaikan dan kami luruskan bahwa sampai dengan tanggal 17 Mei 2022 hari ini suhu tertinggi yang tercatat di Bandar Pangkal Pinang tempat kami bertugas yaitu 34,2 derajat sedangkan perlu kami sampaikan bahwa suhu tertinggi yang pernah terukur diwilayah Pangkal Pinang dari mulai tahun 1986 hingga tahun 2022 ini itu 35,9 derajat jadi memang masih dibawah suhu maksimum tertinggi yang pernah tercatat terrecord diwilayah kami sehingga perlu kami sampaikan ahwa jang buru buru men judge bahwa ini semacam gelombang panas ataupun sejenisnya karena ini masih cukup normal,"pungkasnya.

Dalam menyikapi kondisi ini, seluruh pihak diminta untuk cerdas dan bijak dalam mengikuti sekaligus menghadapinya, sehingga apapun kondisi perubahan cuaca dapat berlangsung serta dilalui secara berkesinambungan dan tetap diikuti dengan menerapkan pola makan yang sehat sesuai kondisi yang ada, (RD).

User login