You are here

DINKES BANGKA LAKSANAKAN PENGUKURAN DAN PUBLIKASI DATA STUNTING SEBAGAI AKSI 7 KONVERGENSI PENURUNAN STUNTING

Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2405 of /home/di5kesb6ngka8o/public_html/includes/menu.inc).

Aksi 7 Pengukuran dan publikasi data  stunting adalah upaya Pemerintah Kabupaten Bangka untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan desa. Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi data  stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting.

Tujuan Pengukuran dan Publikasi Data Stunting adalah untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur di Kabupaten Bangka, mengukur prevalensi stunting di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten/kota secara berkala yang dilaporkan secara berjenjang mulai dari posyandu ke Dinas Kesehatan. Penanggungjawab pengukuran dan publikasi stunting adalah Dinas Kesehatan, untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka telah melakukan pengukuran status gizi terutama stunting pada balita.Kegiatan pengukuran panjang badan atau tinggi badan bersamaan dengan bulan penimbangan balita terintegrasi dengan pemberian kapsul vitamin A yang dilakukan dua kali dalam setahunya itu bulan Februari dan Agustus. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dengan OPD yang membidangi pemberdayaan masyarakat dan desa.

Tahapan pelaksanaannya adalah Dinas Kesehatan mempersiapkan rencana jadwal pertumbuhan dan perkembangan yang dilaksanakan pada bulan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan setiap bulan Februari dan Agustus, untuk bulan Agustus inidilaksanakanpertemuanpersiapanpenimbangan yang mengundangkaderposyandu, petugaskesehatanserta OPD yang terlibatdan PKK kecamatan/desa. yang dilakkanbulanJuli 2021selanjutnyadilaksanakanpengukuran pertumbuhan danperkembangan, pengelolaan data pengukurantinggibadanbalitadiinputdalamaplikasielektronikpencatatandanpelaporangiziberbasismasyarakat ( e-PPGBM) yang di entry olehpetugasgizidibantutim entry puskesmas di Kabupaten Bangka,apabilaada data yang bermasalahgizi di konfirmasidandivalidasiolehpetugaspuskesmasdandinaskesehatan. Selain data status gizibalitajugadiinput data riwayattindakanterhadapbalita yang bermasalahgizi, kemudian dianalisafaktorfaktordeterminanpenyebabmasalahgiziuntukdiintervensisesuaipenyebabnya. Selanjutmya data didiseminasidan di publikasikansecaraberjenjangmulaitingkatdesa, kecamatandankabupaten,

Berdasarkanhasilpengukuran status gizi di bulanpemantauan pertumbuhan danperkembanganAgustus 2021 di Kabupaten Bangkamelaluiaplikasi e PPGBM  secaraby name by addressyang diunduhtanggal 3 Oktober 2021 dengansasaranbalitasebanyak 28. 475 anakdenganjumlahbalitayang diukurantropometrisebanyak26.915  (94.5%) didapatkanprevalensistunting padabalitasebesar 1.68% ( 452anak), sedangkanprevalensi stunting baduta (dibawahduatahun ) sebesar 1,60%   ( 144anak),  prevalensi stunting inimenurundaripenimbanganTahun 2020sebesar1. 96%  (551)padabalitadan1.50% (145)padabadutadenganjumlahbalita yang diukursebanyak28.061balita(95.7%)dari 29.316 sasaranbalitatahun 2020.

Sebaranberdasarkandesadankecamatan di Kabupaten Bangka menunjukkanprevalensi stunting padabalitasemuanyadibawah 20% atauberada di bataskategoriaman ( ≥ 20% kronis) yang berartitidakmemilikimasalahkesehatanmasyarakat, namuntetapdiwaspadaidesadengankategorisedang (prevalensi 10-20%) sebanyak0%kategoriringandenganprevalensi  5-10% sebanyak7,4% dankategorisangatringan 92.6%,  data ePPGBMinibersifatdinamis. . 

Berdasarkan factor determinan penyebab stunting dapat dianalisa beberapa factor determinan yang ditemui serta tindakan atau intervensi yang akan dilakukan oleh puskesmas dan intervensi sensitive oleh OPD terkait. Adapun factor determinannya adalah dari balita yang bermasalah gizi sebanyak 118 balita tidak memiliki Jaminan Kesehatan, 3 balita tidak ada air bersih, 3 balita pernah mengalami kecacingan, 10 balita tidak mempunyai jamban sehat, 27 balita belum Imunisasi lengkap, 212 Anggota rumah tangga balita masih merokok, 13 ibu balita sewaktu hamil KEK, 2 balita yang bermasalah gizi mempunyai penyakit penyerta .

Informasi hasil pengukuran status gizi balita telah didiseminasikan dan dipublikasikan pada saat pertemuan lintas sector dan lintas program seperti pada saat rembuk stunting tingkat desa, sampai tingkat kabupaten, pertemuan pemutakhiran data surveilans gizi dan rapat koordinasi dengan tim pengarah tim teknis penurunan serta pada saat Monitoring Evaluasi terintegrasi tim penurunan stunting Kabupaten Bangka di 11 desa lokus di  4 Kecamatan Kabupaten Bangka bulan Oktober-November 2021 .

Diharapkan di tingkat puskesmas dan desa , hasil pengukuran status gizi terutama prevalensi stunting balita  di diseminasikan pada setiap pertemuan baik pada saat SMD, mini loka karya tribulanan dan pertemuan lintas  program maupun lintas sector OPD terkait, serta dipublikasi juga melalui saluran informasi media elektronik, website maupun media social baik di tingkat kabupaten, kecamatan, puskesmas dan desa  yang ada di Kabupaten Bangka sehingga dapat dipakai menjadi dasar penyusunan secara lebih terinci kegiatan-kegiatan terkait stunting yang akan dilaksanakan selama bulan berjalan, menggalang kerjasama dan koordinasi antar-petugas Puskesmas (lintas program), dan meningkatkan motivasi petugas petugas Puskesmas dalam pelaksanaan integrasi kegiatan stunting dengan OPD terkait penurunan stunting.

#seksigizidinkesbangka

User login