TATA KELOLA MUTU PUSKESMAS DI MASA PANDEMI COVID 19

TATA KELOLA MUTU PUSKESMAS DI MASA PANDEMI COVID 19

Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (primary health care) dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi

Peningkatan mutu tahun 2020- 2024 dengan meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang bermutu bagi masyarakat untuk mencapai sasaran terlaksananya akreditasifas yankes yang merata dan terlaksananya pengukuran mutu pelayanan kesehatan di fasyankes

7 dimensi mutu pelayanan kesehatan, yaitu efisien, efektif, tepat waktu, aman, adil, berorientasi pasien dan integrasi

Untuk mencapai kedua sasaran di atas diperlukan indikator. Indikator tersebut harus menggambarkan 7 dimesi mutu, high problem risk, high cost, high volume dan problem prone, sederhana, terukur, terbuka, terjangkau, akuntable, bertahap

Adapun indicator nasional mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, yaitu angka keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus sensitive obat (SO), ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar, kepatuhan identifikasi pengguna layanan, kepatuhan kebersihan tangan, kepuasan pengguna layanan, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD).

Tantangan baru system kesehatan pandemic covid 19, yaitu tingginya jumlah kasus covid 19, keterbatasan sarana dan prasarana (termasuk APD), tingginya kejadian penularan covid 19 pada nakes, tertundanya pelayanan esensial.

Pemantauan dan evaluasi mutu puskesmas, yaitu menyediakan acuan yang terstandar bagi kementrian kesehatan, dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/ kota, fasyankes dan pemangku kepentingan lain dalam melakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan fasyankes di era pandemic covid 19 dan adaptasi kebiasaan baru (AKB), membantu fasyankes untuk tetap mempertahankan dan melakukan peningkatan mutu di era AKB.

Tujuan pemantauan dan evaluasi mutu puskesmas, yaitu mendapatkan informasi umum tentang fasyankes dan perizinannya, mengevaluasi budaya keselamatan dan peningkatan mutu di fasyankes, mendapatkan data dan analisa capaian kepatuhan terhadap indicator mutu pelayanan fasyankes, mengevaluasi kepatuhan pelayanan fasyankes di era adaptasi kebiasaan baru.

            Instrumen monev mutu puskesmas di era pandemic covid 19, terdiri dari program prioritas nasional, mutu dan keselamatan pasien, indicator nasional mutu, adaptasi kebiasaan baru, inovasi pelayanan di adaptasi kebiasaan baru, data umum puskesmas, ADMEN, upaya kesehatan masyarakat (UKM), upaya kesehatan perseorangan (UKP), laboratorium, dan pelayanan farmasi.

Pandemi covid 19 menyebabkan dampak multisektor termasuk pelayanan kesehatan, sehingga fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi tantangan besar agar tetap memberikan pelayanan yang bermutu dan menjamin keselamatan. Oleh karena itu, kemenkes dan dinas kesehatan berperan penting dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan fasyankes untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien