PENGUKURAN DAN PUBLIKASI STUNTING SEBAGAI AKSI KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BANGKA

Salah satu Intervensi penurunan Stunting terintegrasi  yang dilaksanakan oleh Kabupaten Bangka adalah Aksi  ke 7 yaitu pengukuran dan publikasi stunting. Pengukuran dan publikasi angka stunting adalah upaya Kabupaten Bangka  untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan desa. Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka sebaga penanggung jawab pengukuran dan publikasi stunting, telah melakukan pengukuran status gizi terutama stunting pada balita.  Kegiatan pengukuran panjang badan atau tinggi badan bersamaan dengan bulan penimbangan balita (dan distribusi kapsul vitamin A) dilakukan dua kali dalam setahun yang dikoordinasikan oleh dinas kesehatan. Data pengukuran tinggi badan balita diinput dalam aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat ( e- PPGBM) yang di entry oleh petugas gizi dibantu tim entry puskesmas di Kabupaten Bangka, apabila ada data yang bermasalah gizi di konfirmasi dan divalidasi oleh petugas puskesmas dan dinas kesehatan.   Selain data status gizi balita juga diinput data riwayat tindakan terhadap balita yang bermasalah gizi, kemudian  di analisa faktor faktor determinan penyebab masalah gizi  untuk  diintervensi sesuai penyebabnya

Berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita pada bulan Agustus 2020 di Kabupaten Bangka  melalui aplikasi e PPGBM  secara by name by address   dari sasaran balita sebesar 30.683 anak  dengan jumlah balita yang diukur antropometri sebanyak 28.065 ( 91,47 %) didapatkan prevalensi  angka stunting pada balita sebesar 2,11 % (591  anak), sedangkan prevalensi stunting baduta (dibawah dua tahun ) sebesar 1,71 %   ( 165 anak),  prevalensi stunting ini  menurun dari penimbangan bulan Februari  2020 sebesar  2.62%  (731)  pada balita dan 2,62% (261) pada baduta dengan jumlah balita yang diukur sebanyak 27. 859 balita (90.8%) dibandingkan prevalensi  stunting  5,05% pada balita dan 4,35% pada balita tahun 2019 (sumber data  e PPGBM di unduh tanggal 01 Oktober  2020)

Dari  62  desa dan 19 kelurahan  di 8 kecamatan Kabupaten Bangka, prevalensi stunting pada balita semuanya dibawah 20% atau berada di batas  kategori aman ( ≥ 20% kronis) yang berarti tidak memiliki masalah kesehatan masyarakat,  namun tetap diwaspadai desa  dengan kategori sedang  (prevalensi 10-20%) sebanyak 3 desa  (3,7%),  kategori ringan  dengan prevalensi  5-10% sebanyak  14,8%  dan kategori sangat ringan ( 81, 5%) karena data e PPGBM bersifat dinamis. . 

factor determinan penyebab stunting dapat dianalisa  dari tindakan atau intervensi yang akan dilakukan oleh puskesmas dan intervensi sensitif  oleh  OPD terkait. Adapun  faktor determinannya  adalah  dari balita yanga bermasalah gizi  sebanyak 172  balita tidak memiliki Jaminan Kesehatan, 2 balita tidakada air bersih, 4 balita pernah mengalami kecacingan, 6 balita tidak mempunyai jamban sehat, 23 balita belum Imunisasi lengkap, 270  Anggota rumah tangga balita masih merokok, 19  ibu balita sewaktu hamil KEK, 3 balita yang bermasalah gizi mempunyai penyakit penyerta .

Informasi Hasil pengukuran status gizi balita telah didesiminasikan  dan dipublikasikan pada saat pertemuan koordinasi tim pengarah dan tim teknis penurunan stunting Kabupaten Bangka pada tanggal 22 September 2020 yang dihadiri lintas OPD dan Dinas Terkait dalam intervensi penurunan stunting Kabupaten Bangka, pertemuan surveilans gizi melalui ePPGBM  lintas program dan  Dinas Pemdes pada tanggal 28 September 2020  serta pada saat Monitoring Evaluasi terintegrasi tim penurunan stunting Kabupaten Bangka di 10 desa lokus dan  4 Kecamatan di Kabupaten Bangka pada tanggal 29 September sampai 8 Oktober 2020. 

Diharapkan hasil  pengukuran status gizi terutama  prevalensi stunting balita  di diseminasikan juga pada setiap pertemuan  baik  pada saat SMD, mini lokakarya bulanan dan pertemuan lintas  program maupun lintas sector OPD terkait, serta  dipublikasi juga  melalui saluran informasi media elektronik maupun media sosial baik di tingkat kabupaten, kecamatan, puskesmas dan desa  yang ada di Kabupaten Bangka sehingga dapat dipakai menjadi dasar penyusunan  secara lebih terinci kegiatan-kegiatan terkait stunting yang akan dilaksanakan selama bulan berjalan, menggalang kerja sama dan koordinasi antar-petugas Puskesmas (lintas program), dan meningkatkan motivasi petugaspetugas Puskesmas dalam pelaksanaan integrasi kegiatan stunting dengan OPD terkait penurunan stunting.