Pertemuan orientasi pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil dan penandatanganan MOU kesehatan reproduksi dengan lintas agama tahun 2020.

Program Kesehatan keluarga (Kesga) pada hari ini Rabu, tanggal 05 Februari 2020 menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting, yaitu  Pertemuan orientasi pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil dan penandatanganan MOU kesehatan reproduksi dengan lintas agama, dan telah menghasilkan MOU kesehatan Reproduksi dengan lintas agama. Adapun penandatanganan MOU dilakukan antara Dinas Kesehatan dengan KUA, Kemenag, Ketua FKUB Kab. Bangka, Pembimas agama Non Muslim, dan Perwakilan agama non muslim, bertempat di ruang pertemuan Hotel ST 12 Sungailiat.  

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan kesra Sekretaris Daerah Kab. Bangka yang daalm sambutannya menyampaikan isu global virus corona dan sangat pentingnya MOU kesehatan reproduksi dengan lintas agama. Kepala Dinas kesehatan Kab. Bangka dr. Then Suyanti,MM melaporkan bahwa kegiatan MOU ini merupakan lanjutan dari pertemuan dengan lintas agama di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kab. Bangka.

Tujuan kegiatan adalah terlaksananya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan jejaringannya, terlaksananya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil bagi remaja, terlaksananya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil bagi catin, terlaksananya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil bagi PUS, terlaksananya koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, dan terlaksananya monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan masa sebelum hamil.

Adapun jumlah peserta sebanyak 60 orang  yang terdiri atas Kepala dan Kasi Bimas Kantor Kementrian Agama (8 orang), Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil (1 orang), Ketua FKUB Kabupaten Bangka (9 orang), Kepala Puskesmas (12 orang), Kepala KUA (12 orang), PEMBIMAS Agama  Non Muslim (4 Orang), Perwakilan Agama Non Muslim (4 orang), Pengelola Program Kespro catin Puskesmas (12 orang), Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka (16 orang).

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kep. Bangka Belitung dalam materinya menyampaikan bahwa intervensi sebelum menikah sangat penting dilaksanakan, dimana sebagai calon pengantin yang telah direncanakan agar penurunan AKI dan AKB di Kab.Bangka dapat terealisasi, dan segala yang telah disepakati agar dapat terlaksana, dan untuk sertifikat Catin yang telah mengikuti kursus catin pelayanan dari laporan pertemuan hari ini bisa untuk bahan laporan kepada pihak provinsi untuk disampaikan kepada pak Gubernur. Ketua FKUB Kab. Bangka Bpk. Husin Jaiz menyatakan bahwa  siap untuk menyukseskan program kespro yang telah ditandatangani  dan telah disepakati bersama.  Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bnagka menyampaikan bahwa sesuaikan jadwal antara puskesmas dengan KUA dalam pemberian kursus kepada catin. MOU ini merupakan kerjasama dg lintas agama, diminta untuk menyampaikan bahwa akan dilaksanakannya kursus catin bagi non muslim agar puskesmas melaksanakan koordinasi kepada pemuka agama setempat dalam pelaksanaan bimbingan pranikah dalam pemberian materi terkait kespro kepada catin, Kontak person untuk di follow up agar dapat dipantau setiap bulannya dari dinas kesehatan. Tujuan MOU untuk menyukseskan penurunan AKI AKB dan pencegahan Stunting. Kemudian dari Perwakilan dari lintas agama mengatakan bahwa bagaimana untuk pemberitahuan jika ada calon pengantin yang akan diberikan bimbingan untuk dilaporkan ke puskesmas, Mensosialisasikan kepada semua calon kespro catin tentang program kespro catin, dan dengan adanya Program Kespro catin bisa mendukung dan menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi yang ada di Kabupaten Bangka.