DINKES KABUPATEN BANGKA DUKUNG DAN KEMBANGKAN TELEMEDICINE DALAM RANGKA MENURUNKAN AKI/AKB DAN STUNTING DI BANGKA

Selama ini terkesan bahwa Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI atau Bidang Pelayanan pada Dinas Kesehatan Provinsi maupun di Kabupaten/Kota belum optimal dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting. Berkenaan dengan hal tersebut maka Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan menggagas dukungan pelayanan Telemedicine untuk menurunkan AKI, AKB dan stunting disejumlah daerah.  Adapun daerah-daerah yang terpilih adalah daerah yang merupakan irisan dari daerah dengan AKI, AKB tinggi serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Untuk merealisasikan gagasan tersebut Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI mengundang sejumlah Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit terpilih dalam Pertemuan Sosialisasi Pelayanan Telemedicine Dalam Mendukung Program Penurunan AKI/AKB, Stunting  dan Destinasi Wisata yang diselenggarakan di Hotel Olympic Renotel Sentul, Bogor Jawa Barat mulai tanggal 11 s/d 13 November 2019.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung daerah yang menjadi lokus Telemedicine dalam rangka mendukung program penurunan AKI/AKB dan stunting adalah Kabupaten Bangka. Adapun narasumber dalam pertemuan tersebut hadir dr. Nida Rohmawati, MKM dari Direktorat Kesehatan Keluarga serta R. Giri Wurjandaru, SKM, M.Kes, Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Kepala Seksi Pelayanan Penunjang Medik, Direktorat Pelayanan Rujukan, Kementerian Kesehatan RI dr. Iin Dewi Astuty, MKK dalam paparannya menegaskan, “Untuk menyukseskan Telemedicine disuatu wilayah sangatlah  diperlukan kerja sama yang baik antar bidang terkait khususnya  Bidang Pelayanan Kesehatan dan Bidang Kesehatan Masyarakat, baik di Tingkat Provinsi maupun di Tingkat Kabupaten. Yang tidak hanya sama-sama bekerja, tapi bekerja sama-sama”.

Di Kabupaten Bangka implementasi Telemedicine sudah dimulai sejak awal tahun 2019, yang ditetapkan sebagai locus dari Kementerian Kesehatan RI yaitu RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno  sebagai Rumah Sakit pengampu dan RSUD Dr. Eko Maulana Ali sebagai  Rumah Sakit diampu. Pada Bulan September 2019 Pemkab Bangka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka telah mengembangkan implementasi Telemedicine di 4 (empat) fasyankes lainya di Kabupaten Bangka yaitu Puskesmas Belinyu, Riau Silip, Bakam dan Petaling. Sampai dengan saat ini, utilisasinya sudah mencapai 36 teleEKG (Elektro Kardio Grafi).

Bentuk dukungan pelayanan Telemedicine untuk penurunan AKI, AKB dan stunting di Kabupaten Bangka nanti bisa melalui teleUSG (Ultra Sono Grafi) yang memungkinkan pemberian expertise oleh dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan terhadap USG maternal yang dikirimkan oleh Rumah Sakit diampu dan Puskesmas yang telah tergabung dalam Telemedicine di Kabupaten Bangka. Untuk penurunan AKI/AKB dan stunting akan dilakukan melalui teleKonsultasi dengan dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan, dan dokter spesialis Anak.

Untuk dapat menjalankannya, tentulah dibutuhkan sejumlah alat kesehatan yang sesuai, alat teknologi informasi, jaringan koneksi internet yang memadai dan tenaga terlatih yang semua ini didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka. “Hal ini telah dimulai dari RSUD Dr. Eko Maulana Ali yang telah menjadi lokus Kementerian Kesehatan RI dan keempat Puskesmas pengembangan Telemedicine di Kabupaten Bangka yang sudah mengimplemtasikan Telemedicinenya. Selanjutnya, dalam perkembangannya, akan ditambah dengan 3 (tiga) fasyankes lainnya sesuai kebutuhan di tahun 2020,” kata Lia Anggraini, SKM,M.Kes, selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.