Dinkes Bangka Ajak Pemdes Lakukan GMDM Dalam Mendukung Program PHBS Dengan Kampung KB

Sungailiat, Dinkes- Sebagai wujud kepedulian bersama Dinkes Kab.Bangka melalui  UPTD Promkes (Promosi Kesehatan) Kab.Bangka mengajak Pemdes, Puskesmas, Ibu PKK, Bidan Desa untuk lakukan GMDM (Gerakan Masyarakat Desa Membangun) dalam mendukung program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

GMDM (Gerakan Masyarakat Desa Membangun) sebagai salah satu wujud sinegritas Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mewujudkan pencapaian derajat kesehatan dengan menumbuhkan kembali desa siaga aktif. 

Perlunya GMDM (Gerakan Masyarakat Desa Membangun) dalam menumbuhkan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dikarenakan kita perlu memperhatikan perilaku hidup yang bersih dan sehat dari masyarakat dan Kini saatnya untuk desa membangun suatu inovasi untuk merubah dan membuat desa lebih baik lagi dengan mengkedepankan pola hidup yang bersih dan sehat. Pola hidup sehat seperti menjaga lingkungan agar lebih sehat,
melakukan aktifitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, memeriksa kesehatan secara rutin.

Kegiatan ini sebagai pembangunan kesehatan di desa dengan perilaku hidup sehat, adapun dalam pembahasan ini GMDM (Gerakan Masyarakat Desa Membangun) yang di tuju pada kegiatan kampung KB yakni dimana Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. 

Seperti halnya yang dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr.Then Suyanti, MM upaya dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat di perlukan bantuan dari desa untuk memantau agar tidak banyak terjadi lagi kehamilan di bawah umur dan peningkatan pelayanan kesehatan.

"Kami harap dari desa juga berperan aktif, salah satunya untuk PKKnya bagaimana cara memberikan makanan untuk yang stanting sebelum hamil. remaja putri wajib makan TTD kalau dia tidak mau yang di kasih oleh kita silahkan beli sendiri yang dia mau asalkan dikonsumsi sehingga ada persiapan sebelum masa kehamilan jadi jagan tiba-tiba HB rendah anemia dan dia hamil tidak tau kondisinya akhirnya bisa menyebabkan stanting" (23/09/2019)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr.Then Suyanti, MM pun menghimbau untuk pola asuh yang menikah pada usia dini itu sangat banyak sehingga di harapkan kepada desa agar bisa memantau lokasi yang rawan.

"Jadi kita jangan beri peluang kalau bisa peluang itu kita kurangi sehingga tidak terjadi yang nikah di usia dini, makanya pola asuh sangat kita tekankan disini jangan membiarkan anak-anak terlalu bebas atau pulang malam dan tidak di awasi. Ibu yang hamil pada usia dini nanti janinya berebut nutrisi sama ibunya, ibunya masa pertumbuhan dan janjinya harus tumbuh jadi akhirnya bayi bisa prematur, bayi lahir rendah dan sangat banyak di kita itu penyebab kematian paling tunggu itu adalah prematur kadar gula darahnya rendah jadi ujung tombaknya itu adalah desa dengan di bantu bidan desa"

Dalam hal ini bentuk upaya untuk membantu masyarakat selain menghibau untuk melakukan hidup pola hidup bersih dan sehat ada beberapa program inovasi yang sudah diciptakan oleh Dinkes Kab.Bangka seperti resti cikar, ransel si dora, Nganggung Germas, PCS 119 SIMPATIK dan kedepannya inovasi ini diharapkan dapat bertujuan sebagai pendekatan pelayanan Dinas Kesehatan kepada masyarakat.

Selain Dinkes salah satu desa yang telah mengikuti membuat suatu inovasi untuk masyarakat yaitu desa penagan dengan membuat suatu inovasi program Ojek Lansia . Ojek Lansia yaitu pelayanan antar jemput menggunakan kendaraan kader menuju posyandu lansia, agar lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.

Seperti yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr.Then Suyanti MM, bahwa untuk kedepannya agar desa lain bisa menciptakan suatu inovasi seperti desa penagan, seperti yang sudah ada yaitu ojek lansia. Desa lain bisa buat juga seperti ojek lansia yaitu misalnya angkot lansia agar kita lebih gampang untuk membawa orang tua lanjut usai ke puskesmas lansia.

Bukan hanya lansia saja, program-program  yang ada juga bertujan untuk membantu dan mempermudahkan masyarakat dalam mendapati pelayanan.