Kasus Penderita DBD di Bangka Menurun

Kasus penderita DBD di Bangka menurunAngka kasus penderita Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sampai dengan akhir April 2019 terus mengalami penurunan.

Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans, dan Imuniasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Sopianto, di Sungailiat, Selasa mengatakan data terakhir atau sampai akhir Mei 2019 kasus penderita DBD tercatat sebanyak 16 kasus.

Angka pada kasus yang sama empat bulan sebelumnya menunjukkan penurunan, sampai akhir Januari tercatat 40 kasus DBD, pada bulan Februari 27 kasus DBD, Maret 25 kasus, April sebanyak 17 kasus dan akhir bulan Mei sebanyak 16 Kasus.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka kasus DBD di daerahnya menunjukkan realisasi program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dapat terlaksana, termasuk realisasi program abarisasi maupun pengasapan.

"Saya berharap, sampai akhir Mei 2019 juga mengalami data penurunan kasus DBD di setiap kecamatan atau daerah rawan DBD.

Dikatakan, dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan, termasuk keterlibatan peran kelurahan atau pemerintah desa, kecamatan dan pihak yang terlibat lainnya.

PSN, kata dia, perlu ditingkatkan, terutama pada musim hujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat - tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), terutama pada saat musim hujan.

"Melalui gerakan 3M plus, yaitu menutup, menguras, menimbun dan memantau jentik, faktor terbesar sebenarnya berada pada prilaku masyarakat, kita selalu mengupayakan bagaimana masyarakat itu bisa merubah pola prilaku yang lebih sehat misalnya, setiap Jumat melakukan Jumat bersih.