PUSKESMAS BELINYU GALAKKAN KEGIATAN KETUK PINTU PEMERIKSAAN SPUTUM TBC DENGAN INOVASI PROGRAM TBC KELSAN SEDULANG

BELINYU, BANGKA --- PUSKESMAS BELINYU Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggalakkan kegiatan ketuk pintu pemeriksaan sputum tbc dengan inovasi program tbc yang di beri nama KELSAN SEDULANG artinya adalah (Kunjungi Periksa Layani Sepenuh Hati Nurani) dengan Moto Puskesmas Belinyu (Sejahtera Empati Dinamis Unggul Loyal Adil Nyaman Giat) bagi seluruh masyarakat Kecamatan Belinyu.

Kepala Puskesmas Belinyu Novianti SKM menjelaskan informasi tetang pentingnya pencegahan dan pengobatan tuberkulosis harus di sampaikan kepada masyarakat, mulai dari gejala, pengobatan, dan pencegahanya.

Kader TBC sangat membantu melakukan kunjungan kerumah – rumah warga bisa dibilang jemput bola. Hal ini akan mempermudah kerja Puskesmas untuk memantau warga yang mengalami gejala TBC dan menindaklanjutinya kata Novianti, Senin (6-5-2019).

Sementara itu Pengelola Program P2 Tuberkulosis Puskesmas Belinyu, Wahyu Kurniawan mengatakan bahwa dukungan Kader TBC sangat penting dalam gerakan TOSS. Menemukan saja bukan berarti tugas selesai namun harus berusaha agar penderita sembuh dari TBC secara total dan tidak terjadi penularan di Lingkunganya.

Untuk mengoptimalkan Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya Pengendalian Penyakit TBC, Program TBC Puskesmas Belinyu meluncurkan INOVASI Program TBC yang diberi nama KELSAN SEDULANG yang artinya (Kunjungi Periksa Layani Sepenuh Hati Nurani) dengan Moto Puskesmas Belinyu (Sejahtera Empati Dinamis Unggul Loyal Adil Nyaman Giat) bagi seluruh masyarakat Kecamatan Belinyu. Inovasi ini bertujuan menindak lanjuti masalah dan hambatan yang di alami Program TBC dalam melakukan Ketuk Pintu Pemeriksaan Sputum warga dari rumah ke rumah. Dengan memberdayakan dan melatih satu orang Kader TBC tiap kelurahan/ desa membantu puskesmas dalam mengunjungi dan men screening warga lingkungan tempat tinggal di kelurahan dan desa nya masing – masing.

Dikatakanya jika memang ada warga yang bergejala TBC seperti batuk tidak berhenti, saat malam berkeringat padahal tidak beraktifitas, serta badan bertambah kurus maka laporkan ke Puskesmas atau kader TBC karena yang berhak menyakatan bahwa pasien itu menderita TBC adalah petugas kesehatan resmi puskesmas. Itu pun berdasarkan hasil pemeriksaan dahak yang dilakukan di Laboratorium.

“Bagi yang memang dinyatakan TBC, penderita harus berobat di puskesmas atau pelayanan kesehatan resmi standard TBC. Obatnya gratis dan akan diarahkan cara pengobatan yang benar,” pungkas Wahyu.