REVIEW PELAKSANAAN GERMAS DI KABUPATEN BANGKA MEETING ROOM MANUNGGAL HOTEL Jl. Jend Sudirman Sungailiat Bangka

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melalui seksi Promosi Kesehatan, Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), Kesehatan Kerja dan Olah Raga melaksanakan Review Pelaksanaan GERMAS di Kabupaten Bangka.

GERMAS di Kabupaten Bangka telah mulai dilaksanakan sejak lahirnya Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang GERMAS dan setelah lahirnya Surat Edaran Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor:441.7/ 418/Dinkes/2017. Surat Edaran Bupati Bangka Nomor: 441/1112/Kes/2017 tanggal 03 Juni 2017 tentang Fokus Utama GERMAS di Kabupaten Bangka yaitu 1) Melaksanakan aktivitas/latihan fisik; 2) Perbanyak makan buah dan sayur dan 3) Melakukan cek kesehatan secara rutin

Pertemuan di buka oleh Staf ahli Bupati Bidang .. Bapak Zulkarnain Idrus yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka. Narasumber terdiri dari 4 orang yaitu:

  1. Harmendo SKM M.Kes, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dengan materi “PELAKSANAAN AKTIVITAS FISIK BAGI ORANG SEHAT dan evaluasi pelaksanaan inovasi “Nganggung” GERMAS”
  2. Suhermanto, SIP MH, Kabid Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bangka dengan materi Evaluasi Pelaksanaan Perda Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Bangka
  3. Susila Wati, SKM M.Kes, Kasi Promkes, UKBM, Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinas Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menyampaikan materi sosialisasi Peraturan Bupati Bangka no 4 Tahun 2019 tentang GERMAS
  4. Nourma Sag, MPD, mewakili kepala Bappeda Kabupaten Bangka menyampaikan materi tentang evaluasi pelaporan GERMAS Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bahan pelaporan Bupati Bangka ke Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Inovasi “Nganggung” GERMAS bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk melaksanakan dan membudayakan indikator utama GERMAS yaitu 1) Melaksanakan aktivitas/latihan fisik; 2) Perbanyak makan buah dan sayur dan 3) Melakukan cek kesehatan secara rutin, dengan cara memanfaatkan peluang yang ada di masyarakat di Kabupaten Bangka yaitu Budaya “Nganggung” agar dapat meningkatkan angka penemuan PTM sehingga dapat dilakukan pengendalian sedini mungkin dan kejadian komplikasi dan kematian yang diakibatkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat ditekan seminimal mungkin.