PEMICUAN DESA / KELURAHAN STBM MARET 2019

Kabupaten Bangka telah mengintegrasikan STBM sebagai sebuah kebijakan strategi nasional yang bertujuan untuk memberi arahan baru pada bidang sanitasi untuk mendorong Universal Akses 2019. STBM Sudah ditetapkan sebagai Kebijakan Nasional berdasarkan PERMENKES No. 3 Tahun 2014, di pekuat juga dengan PERDA STBM No. 5 Tahun 2016. 5 PILAR STBM diantaranya Stop Buang Air Besar Sembarangan  (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. Salah satu

Kabupaten Bangka saat ini memiliki akses sanitasi 94,72% (sumber:smart STBM, April 2019), yang artinya masih ada 5,28% masyarakat di Kabupaten Bangka yang masih buang air besar sembarangan. Sebuah Desa/Kelurahan dikatakan SBS apabila semua masyarakatnya telah melakukan BAB hanya di jamban yang sehat. kategori Jamban Sehat Permanen (JSP), Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) maupun Sharing/Numpang dan membuang kotoran bayi hanya di jamban yang sehat.

Salah satu cara atau metode yang digunakan untuk merubah perilaku masyarakat dari BABS ( Buang Air Besar Sembarangan) ke SBABS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) yaitu dengan cara Pemicuan. Pemicuan merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara utuh dalam memecahkan masalah sanitasi yang ada di desa/kelurahannya, dengan prinsip tidak memberi subsidi, tidak menggurui, menimbulkan rasa takut sakit, tidak memaksa dan menimbulkan rasa malu.

            Kegiatan Pemicuan ini sudah dilakukan oleh Tim Pemicu dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bangka dan Sanitarian Puskesmas. Pada Tahun 2019 pada bulan Maret sudah dilakukan pemicuan sebanyak 8 Desa/Kelurahan terutama Desa/Kelurahan yang menjadi target ODF Tahun 2019 ini, yaitu Ds. Tiang Tara, Kel.Kuto Panji, Ds. Cengkong Abang, Ds. Pugul, Ds. Neknang, Kel. Air Asam, Ds. Kemuja dan Ds. Deniang. Sedangkan Desa/Kelurahan yang masuk ke dalam SK Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ada 24 Desa/Kelurahan. Metode pemicuan yang digunakan dengan menggunakan bahasa sehari-hari daerah setempat karena lebih mudah dipahami oleh masyarakat Desa/Kelurahan. Pada pelaksanaan pemicuan ini diakhir kegiatan harus ada kesepakatan yang diperoleh dari masyarakat yang hadir. Hal ini bertujuan untuk melihat komitmen masyarakat yang hadir apakah masih tetap dengan kebiasaaan BAB sembarangan atau sudah mau berubah BAB menggunakan jamban. Setelah pelaksanaan kegiatan pemicuan untuk melihat komitmen masyarakat pada saat pemicuan akan dilakukan monitoring pasca pemicuan yang biasnya  dilakukan oleh tim pemicu, sanitarian , bidan desa dan kader.

            Pada hari ini Senin, 12 November 2018 bertepatan pada Hari Kesehatan Nasional ke-54 yang mengusung tema “Aku Cinta Sehat”, dengan sub tema “ Ayo Hidup Sehat, Mulai dari kita”. Sedangkan pada Tahun 2018 ini ada 3 kategori sertifikat penghargaan yaitu Deklarasi Kecamatan ODF yaitu Kecamatan Merawang, Deklarasi Desa ODF ada 7 desa yaitu Desa Kimak, Desa Pemali, Desa Bakam, Desa Mabat, Desa Dalil, Desa Banyuasin dan Desa Petaling Banjar dan Deklarasi Desa/Kelurahan STBM, yaitu Desa Pemali, Desa Air Ruai, Desa Karya Makmur, Kel. Parit Padang, Kel. Bukit Betung.

 

Ditulis oleh : Tim Seksi PL