DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKA MENDUDUKI PERINGKAT 3 NASIONAL SEBAGAI KABUPATEN DENGAN CAPAIAN KELUARGA SEHAT TERTINGGI DARI 514 KABUPATEN/KOTA SE-INDONESIA

PERINGKAT 3 NASIONAL SEBAGAI KABUPATEN DENGAN CAPAIAN KELUARGA SEHAT

SUNGAILIAT,- Bertepatan dengan Kunjungan Menteri Kesehatan RI Dr. Nila F Moeloek SpM (K) ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada acara Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah Prov Kep. Babel Tahun 2018 di Ruang Pertemuan Rumah Dinas Gubernur, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dibawah pimpinan dr. Then Suyanti, M.M berhasil memperoleh beberapa penghargaan, yaitu pertama sebagai Kabupaten dengan capaian kunjungan keluarga tertinggi se-prov Kep. Bangka Belitung dan peringkat tiga nasional, Kabupaten penerima penghargaan Swasti Saba Wistara untuk penyelenggaraan Kabupaten/kota Sehat dari Menteri Kesehatan RI, Kabupaten dengan percepatan Desa/Kelurahan Open Defecations Free (ODF) tertinggi pertama se-prov Kep Bangka Belitung dan Kabupaten dengan Pencapaian desa/kelurahan ODF tertinggi kedua program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat se-prov kep. Bangka Belitung.

Penghargaan pertama yaitu berupa Kabupaten dengan capaian kunjungan keluarga tertinggi se-prov Kep. Bangka Belitung dan peringkat tiga nasional, merupakan penghargaan yang diberikan untuk pelaksanaan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK)  PENDEKATAN KELUARGA adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan dengan MENDATANGI KELUARGA. “Program ini diluncurkan dengan latar belakang data nasional yang menyatakan bahwa ternyata keluarga yang sakit per tahun rata-rata sebesar 30% dari total keluarga, dan setelah dikaji lebih lanjut ternyata dari 30% orang yang sakit hanya separoh saja yang mencari pengobatan ke sarana pelayanan kesehatan, selebihnya mencari pengobata sendiri seperti beli obat ke warung/apotik, menggunakan obat alami bahkan masih ada juga yang mencari pengobatan kedukun” Ujar Then Suyanti. “Dari data tersebut terlihat sedikit sekali masyarakat yang mendapat pelayanan kesehatan, sedang orang yang kelihatannya sehat atau MERASA sehat belum tentu benar-benar sehat, bisa saja mengidap Hypertensi, Gula darah tinggi, kolesterol, asam urat dan lain-lain, dengan latar belakang inilah makanya kementerian kesehatan meluncurkan program PIS PK dengan harapan seluruh keluarga di Indonesia minimal satu kali saja per tahun ada kontak dengan tenaga kesehatan, untuk diperiksa kesehatannya” Lanjut Then Suyanti. “Jadi kalau tenaga kesehatan berkunjung ke rumah jangan di tolak ya, karena mereka bertugas mengukur kesehatan kita, melakukan kegiatan promotif preventif serta jika ketauan ada sakitnya akan dilakukan pengobatan, dan satu hal lagi tidak berbayar alias gratis”, guyonnya lebih lanjut karena masih ada masyarakat yang menolak untuk dilakukan pendataan atau kunjungan keluarga.

“Penghargaan selanjutnya yaitu terkait pencapaian desa ODF yaitu dimana kondisi masyarakat tidak lagi buang air besar di sembarangan tempat. Hal ini dapat kita capai tidak terlepas dari dukungan Lintas sektoral seperti Bappeda, PU, Kecamatan, Kelurahan/desa dan lain-lain serta adanya MOU Bupati Bangka dengan Dandim 0413 terkait mendorong masyarakat membuat jamban. Peran besar lainnya adalah dari masyarakat sendiri yang masih melanjutkan inovasi kita “ARISAN JAMBAN IBU’ yang sudah berkali-kali mendapat penghargaan nasional bahkan ikut serta di lomba tingkat Internasional. Cakupan jamban di Kabupaten Bangka saat ini sudah diposisi 86,01% jadi tinggal 13,09% saja masyarakat kita yang masih BABS yang saat ini masih terus kita lakukan pemicuan untuk mencapai target nasional yaitu Universal Access di tahun 2019 atau suatu kondisi dimana tidak ada lagi masyarakat yang BABS” ujar Then Suyanti.

Di waktu yang berbeda Kepala Bappeda Kabupaten Bangka ir. Pan Budi M. MSi menyatakan bahwa untuk penghargaan Kabupaten penerima penghargaan Swasti Saba Wistara dari Menteri Kesehatan RI, hal ini dikarenakan Kabupaten Bangka telah melaksanakan indikator-indikator dalam tatanan Forum Kabupaten Kota Sehat yang saat ini dibawah pimpinan Bapak Sopiyandi SKM Msi dengan nama organisasi FORUM KABUPATEN BANGKA SEHAT serta organisasi Tim Pembina yang diketuai oleh Bappeda dengan anggota seluruh lintas sektoral di Kabupaten Bangka. Swasti Saba Wistara merupakan level tertinggi dari tiga level penghargaan swasti saba yaitu Swasti saba Padapa (Pemantapan), Wiwerda (Pembinaan) dan Wistara (Pengembangan).

Plt. Bupati Bangka Rustamsyah selanjutnya menyampaikan bahwa “Penghargaan-penghargaan merupakan salah satu cara Pusat untuk mendorong daerah untuk berkarya dan meneruskan pembangunan, dengan berkompetisi daerah-daerah akan berlomba-lomba memperbaiki daerahnya, harapan saya semoga penghargaan-penghargaan diatas dapat selalu kita pertahankan dan tingkatkan sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat dan Visi Misi Bangka Bermartabat dapat kita capai dengan baik”.