Sepuluh Penyakit Terbanyak Kabupaten Bangka Tahun 2016

10 Penyakit Terbanyak 2016

 

GERMAS Wujudkan Keluarga Sehat Menuju Bangka Kuat

SUNGAILIAT, LASPELA- Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 tahun 2017 tingkat Kabupaten Bangka telah dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Diantaranya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pelaksanaan senam Germas serta makan buah dan pangan lokal bersama ala Germas secara serentak di 12 Puskesmas di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bangka, dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang dipusatkan di lapangan Bina Satria Sungailiat.

Pelaksanaan aktifitas fisik (senam Germas) di Kabupaten Bangka sekaligus memecahkan rekor muri senam Germas secara serentak di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Sujanti menjelaskan, Germas bertujuan menurunkan beban penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

“Germas meliputi kegiatan diantaranya melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban. Semua ini penting dan mendesak dilakukan untuk mewujudkan keluarga-keluarga yang sehat menuju Bangka kuat ke depan,” jelas dokter Then Sujanti dalam keterangan tertulis yang diterima Redaktur LASPELA.

Lebih jauh dr. Then meminta seluruh lapisan masyarakat Bangka mempraktekkan pola hidup sehat dalam keseharian yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar.

“Mempraktekkan gerakan ini di tempat bekerja, tempat kita belajar ataupun organisasi masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan hasil data statistic, sebagian besar sakit yang dialami justru karena penyakit tidak menular. Sedangkan menurut data statistik pula, masyarakat Indonesia yang sehat sebanyak 70% sedangkan 30% dari masyarakat Indonesia menderita penyakit.

“Karena itulah diadakan Germas ini untuk mencegah agar masyarakat yang sehat itu jangan sampai sakit. Di kehidupan sehari-hari misalnya dengan berolahraga, entah itu lari, jalan kaki atau bersepeda. Makan buah dan sayur dan menjadikannya menjadi bagian dari menu sehari-hari. Di tempat kerja misalnya melakukan senam peregangan di tempat kerja seperti yang sudah dilakukan di lingkungan Kementrian Kesehatan RI,” imbuhnya.

Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diterbitkan dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit maka tiap daerah di Indonesia harus melaksanakan ini.

Pemerintah Pusat dan Daerah diharuskan menyediakan kurikulum pendidikan tentang pola hidup sehat, fasilitas olahraga, transportasi, Kawasan tanpa rokok, taman untuk beraktivitas, car free day, dan lainnya.

Untuk diketahui, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 tingkat Kabupaten Bangka tahun ini, Dinkes Bangka menggelar berbagai acara seperti Kampanye Germas hingga ke pelosok desa, Talkshow Promkes dan pemilihan duta Germas di sekolah, Lomba Cipta Syair Lagu Promosi Kesehatan, Lomba Dance CTPS, Lomba Nasi Tumpeng, Pemberian Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Bangka Tahun 2017, dan sebagainya. (Andry/stf)